11.1Liga bertingkat
Asosiasi RimAttack memakai struktur bertingkat. Tim menjalani musim reguler, playoff, dan penutupan musim sesuai tingkat tempat tim berada; setiap tingkat memiliki kerangka kompetisi yang bisa diperluas, dan terhubung dengan lingkungan persaingan serta keuangannya masing-masing.
Liga bertingkat membuat setiap musim punya sasaran berlapis: tim di tingkat atas memperebutkan kehormatan dan tempat tertinggi, sedangkan tim di tingkat bawah berjuang untuk naik. Promosi dan degradasi membuat pengelolaan jangka panjang tidak hanya melihat juara satu musim, tetapi juga apakah tim bisa bertahan mantap di lingkungan persaingannya.
11.2Playoff
Berdasarkan rekor musim reguler, tim dibagi menjadi dua kelompok: 16 teratas dan 16 terbawah. 16 teratas memperebutkan gelar juara, sedangkan 16 terbawah berjuang menghindari degradasi dan mengincar hak draft yang lebih baik (akan diterapkan bersamaan dengan mekanisme draft).
11.3Mekanisme promosi dan degradasi
Promosi dan degradasi berlangsung setelah penutupan musim dan didasarkan pada peringkat akhir musim itu, bukan semata rekor musim reguler. Tim di posisi bawah liga tingkat atas turun ke liga tingkat bawah; di setiap liga tingkat bawah, tim yang meraih hasil teratas lewat persaingan promosi naik ke tingkat atas. Kuota naik dan turun saling berpasangan, sehingga asosiasi menjaga struktur tingkat dan skala kompetisi tetap stabil.
Setelah naik ke tingkat yang lebih tinggi, tim menghadapi lingkungan persaingan yang lebih kuat dan masuk ke kondisi keuangan tingkat itu; degradasi mengubah lawan dan ruang pengelolaan pada musim berikutnya. Setelah promosi dan degradasi, sistem mengatur ulang pembagian konferensi di setiap liga agar tiap konferensi tetap punya susunan kompetisi yang wajar. Liga di tingkat paling bawah, yang tidak punya tingkat lebih rendah untuk dituju, tidak mengalami degradasi lagi.
Karena itu, di akhir musim bukan hanya tim yang berebut gelar juara yang perlu memperhatikan peringkat. Tim di sekitar zona degradasi juga harus menimbang: berjuang sekuat tenaga untuk bertahan, melindungi aset sejak dini, atau bersiap menghadapi lingkungan persaingan musim depan yang mungkin berubah.
11.4Peringkat dan papan peringkat
Rekor, peringkat konferensi, selisih poin, dan peringkat akhir membentuk konteks dasar persaingan di asosiasi. Papan peringkat menyajikan perbandingan terbuka antara performa pemain per musim, akumulasi karier, dan performa tim. Data ini membantu kamu mengenali tren, mempelajari lawan, dan meninjau kemajuan tim kamu.
Papan peringkat sebaiknya dipakai untuk mengajukan pertanyaan, bukan langsung memberi kesimpulan. Peringkat pemain yang mentereng bisa berasal dari kemampuan, peran taktik, waktu bermain, atau tempo tim; rekor tim yang menonjol juga bisa punya beberapa sebab, seperti jadwal, kedalaman pemain, dan dukungan keuangan.
11.5Ketenaran pemain dan tim
Ketenaran mencatat keterlihatan dan jejak karier pemain maupun tim di asosiasi. Performa pemain, pencapaian yang terkumpul, dan momen penting perlahan membentuk ketenaran; tim membangun identitasnya lewat rekor, sejarah, kandang, dan pengelolaan secara keseluruhan.
Ketenaran tidak seharusnya dipahami sebagai sekadar angka kekuatan. Ketenaran lebih seperti benang yang merangkai hasil pertandingan, pencapaian jangka panjang, dan cerita tim. Bagi manajer yang bermain dalam jangka panjang, halaman ketenaran dan riwayat menjadikan sebuah tim bukan sekadar daftar pemain musim berjalan, melainkan klub yang punya generasi dan ingatan.
11.6Riwayat, kehormatan, dan tinjauan
Riwayat tim menyimpan musim lalu, pencapaian utama, gelar juara, dan peringkat penting; riwayat pemain menyimpan data karier dan jejak pribadinya. Selain memenuhi kebutuhan menengok ke belakang, halaman ini membantu kamu membandingkan arah pembangunan tim di berbagai masa: tahap mana yang paling sukses, perpanjangan kontrak atau penguatan mana yang menjadi titik balik, dan kombinasi taktik serta susunan pemain mana yang benar-benar meninggalkan hasil.